Minggu, 04 Oktober 2015

Ternak Sapi,penggemukan sapi potong


BUDIDAYA PENGGEMUKAN SAPI

Tanya," Bagaimana kriteria memilih bakalan sapi yang bagus untuk usaha penggemukan ?
Jawab," 1) Carilah bakalan sapi yang berumur 1,5-2 tahun, jenis kelamin jantan.
2) tidak ada cacat pada tubuh.
3) mata cerah.
4) bulu bersih, tidak kusam, 
5) nafsu makan bagus.
6) Gerakan sapi lincah.
7) sapi tidak dalam kondisi sehat, tidak sakit.


Tanya," Bagaimana ukuran kandang sapi yang ideal baik untuk tipe kandang individu?
Jawab," Baik,Kandang individu diperuntukan bagi 1 ekor sapi, Ukurannya disesuaikan dengan tubuh sapi, Yang biasanya kandang individu  berukuran 2,5 x 1,5 meter. Kandang seperti ini diharapkan dapat  memacu pertumbuhan sapi potong lebih pesat, karena sapi memiliki ruang gerak yang tidak terlalu luas.sehingga pakan yang dikonsumsi sapi dapat lebih terarah pada pembentukan daging.


Tanya,"  Bagaimana cara mengatasi penyakit yang menyerang pada mulut dan kuku sapi?
Jawab," Baik,penyakit mulut dan kuku (PMK) disebabkan oleh virus dengan jenis Rhinovirus. Ciri-cirinya adalah mulut  melepuh dan mengeluarkan lendir, kemudian pula dengan kuku . Tanpa penanganan serius, sapi akan mengalami kematian karena mulut tidak  bisa mengkonsumsi pakan.

Tanya,"Bagaiaman ukuran kandang sapi yang ideal baik untuk tipe kandang individu?
Jawab,"Kandang individu diperuntukan bagi 1 ekor sapi. Ukurannya disesuaikan dengan tubuh sapi. Biasanya kandang individu berkuran 2,5 x 1,5 meter. Kandang seperti ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan sapi potong lebih pesat, karena sapi memiliki ruang gerak yang terbatas.
Tanya," Bagaimana cara pemberian produk NASA pada usaha penggemukan sapi?
Jawab," Untuk usaha penggemukan sapi, produk NASA yang dapat digunakan adalah Viterna,Hormonik dan POC NASA. 
Cara pemakaian : 1 tutup botol campuran/oplosan Viterna,POC NASA,HORMONIK dicampur pada pakan basahnya (komboran) 3-5kg per ekor per hari, pagi dan sore hari.

Tanya,"Bagaimana cara pemberian pakan yang ideal untuk usaha penggemukan sapi ?
Jawab,"Pemberian pakan untuk usaha penggemukan sapi adalah dengan mengkombinasikan antara pakan hijauan dengan konsentrat. Rasio pemberian hijauan dan konsentrat tergantung dari ketersediaan hijauan di lokasi penggemukan. Jika hijauan yang tersedian berkualitas rendah, seperti pucuk tebu atau jerami padi, rasio hijauan konsentrat adalah 60 : 40. Jika hijauan berkualitas baik, misalnya rumput gajah, setaria, lamtoro, gamal dan kaliandra, rasio hijauan konsentrat cukup 80 : 20 atau 70 : 30.
Tanya,"Bagaiamana rumus menaksir berat badan sapi?
Jawab," menggunakan rumus Schrool
Berat Badan =  (lingkar dada + 22)2 & nbsp;  &nb sp;  100
Satuan berat badan (dalam kg), lingkar dada (dalam cm)

Tanya," Faktor-faktor apa saja yang menentukan pertumbuhan sapi?
Jawab,"Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan sapi adalah bibit yang berkualitas, pakan yang lengkap, baik secara jumlah maupun kandungan gizinya, pemeliharaan yang tepat, kebersihan kandang, program vaksinasi yang teratur, pencegahan dan pemantauan penyakit sedini mungkin dan kontinyu. 
Produk NASA yaitu Viterna, Hormonik dan POC NASA sangat bagus digunakan untuk melengkapi pakan sapi, dimana produk NASA mengandung protein, vitamin dan mineral.

Tanya," Bagaimana mengatasi mata merah pada sapi? 
Jawab," Baik, yang pertama, carilah bakalan sapi yang berumur 1,5 - 2 tahun, jenis kelamin jantan. 2).Tidak cacat pada tubuh. 3). Mata cerah. 4). Bulu bersih tidak kusam. 5). Nafsu makan bagus 6).Gerakan sapi lincah. 7). Sapi tidak dalam kondisi sakit.


Tanya," Bagaimana cara mengatasi luka pada kulit sapi?
Jawab," Baik,Luka dapat disebabkan karena infeksi akibat gesekan yang dilakukan sapi, caranya dibersihkan dengan alkohol 70%, kemudian ditaburi penicilin powder sampai sembuh, obat dapat diperoleh ditoko obat hewan atau diapotik terdekat.

Tanya," Apakah produk organik nasa dapat menyebabkan kemajiran pada sapi yang sedang bunting?
Jawab," Baik,Produk NASA ntuk sapi,baik itu VITERNA, POC NASA, Hormonik 
tidak dapat menyebabkan kemajiran karena produk NASA ini merupakan suplemen pakan ternak yang berasal dari bahan-bahan alami yang mengandung Vitamin,Mineral, dan beberapa unsur protein yang sangat bagus untuk menunjang pertumbuhan janin dan kesehatan bagi induk sapi itu sendiri.

Tanya," Apakah produk nasa bisa digunakan untuk sapi yang sedang bunting?
Jawab," Baik,produk NASA bisa di gunakan untuk sapi yang sedang bunting,dengan menggunakan VITERNA dan POC NASA. 
Dosis: 1 tutup botol campuran dari 2 produk NASA  tersebut per ekor,dicampurkan pada pakan basah atau Komboran. Untuk 5 bulan pertama masa kebuntingan diberikan setiap hari, kemudian bulan ke-6 masa kebuntingan diberikan 3 hari sekali.

Tanya," Apa manfaat penggunaan produk organik nasa pada ternak sapi,kambing dan domba?
Jawab," Baik,Manfaat produk VITERNA,POC NASA,HORMONIK adalah sebagai berikut: 
1). Meningkatkan nafsu makan ternak.
2). Menambah kelengkapan nutrisi pada ternak,terutama unsur vitamin,mineral  dan beberapa protein  sehingga  akan mengoptimalkan  kerja  metabolisme dalam tubuh ternak.
3). Memacu pertumbuhan ternak.
4). Meningkatkan kualitas daging ternak ,terutama kandungan protein  dan mengurangi kadar kolesterol daging.
5). Mengurangi bau kotoran ternak.  





  • Kesaksian Peternak Yang Sudah Menggunakan Produk Nasa
  •  

    BUDIDAYA PENGGEMUKAN SAPI


    I. Pendahuluan.
     

    Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.

    II. Penggemukan

    Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
    Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :

    1. Jenis-jenis Sapi Potong.
    Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

    A. Sapi Bali.
    Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat,     punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

    B. Sapi Ongole.
    Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

    C. Sapi Brahman.
    Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

    D. Sapi Madura.
    Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

    E. Sapi Limousin.
    Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik

    2. Pemilihan Bakalan.
    Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan.
    Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :
    - Berumur di atas 2,5 tahun.
    - Jenis kelamin jantan.
    - Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
    - Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
    - Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
    - Kotoran normal

    III. Tatalaksana Pemeliharaan.
    3.1. Perkandangan.
    Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

    3.2. Pakan.

    Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.
    Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria, kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.
    Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.
    PT. NATURAL NUSANTARA juga mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.
    VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
    • Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K,
            Ca, Mg, Cl dan lain-lain.
    • Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
    • Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
    • Asam - asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.

    Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran dengan dosis :
    • 5 cc/ekor perhari untuk sapi, kerbau dan kuda
    • 4 cc/ekor perhari untuk kambing dan domba.
    Penambahan VITERNA Plus tersebut dilakukan pada pemberian air minum atau komboran yang pertama.
    3.3. Pengendalian Penyakit.
    Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :
    1. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.
    2. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.
    3. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.
    Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.

    IV. Produksi Daging.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah
    1. Pakan. Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.
    2. Faktor Genetik.Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.
    3. Jenis Kelamin. Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.
    4. Manajemen. Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat. 

    5. Kesaksian Peternak Yang Sudah Menggunakan Produk Nasa
     

    Untuk pemesanan produknya,silahkan hubungi AGROrganik Distributor Pupuk Organik Natural Nusantara Kantor Pusat Yogyakarta.
    Melayani Pemesanan Via Online dan C.O.D untuk area kota Yogyakarta.

    KINERJA KAMI PROFESIONAL


    Motto: Anda Transfer Hari Ini,Hari ini Juga Pesanan Kami Kirim.

    1. Cara pemesanan:
       
    2. SMS/Telp  untuk konfirmasi Pemesanan 081904252629 / BBM 29FCACCF
    3. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
    4. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui
      Rekening BCA : 4451266548 a/n Joko Nur Cahyo
      BCA Cab. KatamsoYogyakarta.  atau
       
    5. Rekening BRI : 6640-01-024468-53-9 a/n Joko Nur Cahyo BRI unit Kasihan Bantul
    6. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 0819.0425.2629(XL) 0812.3375.0366(Simp)
    7.  Pin BBM: 29FCACCF

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar